The words we speak are neither meaningless nor without affect. As we exercise our freedom, by speaking as we please, we consequently affect others and therefore ourselves. This affect can be positive or negative, depending on the intention and the words sent forth.
Everything we say and do in life has consequences. Just like throwing a stone into a pond, sends ripples across the water affecting all around it. We are free to say and do as we choose but the consequences of our words and actions are our responsibility.
How many times have hasty words been spoken making a wedge between once loving friends or family members?
Sometimes we think something bad about a person and in anger or when emotions are high, we make those thoughts vocal. If we could have waited a little, these negative thoughts may well have been replaced with more kindly ones.
To speak or act while in a state of anger is really a mistake. It is a good idea to bite your tongue and wait until the next day. If the same level of emotions are present, then speak out, but chances are you will have forgotten why you were angry.
"The good deed and the evil deed cannot be equal. Repel (the evil) with one which is better (i.e. Allah ordered the faithful believers to be patient at the time of anger, and to excuse those who treat them badly), then verily! He between whom and you there was enmity, (will become) as though he was a close friend." (Sura Fussilat 41:34)
A mistake we make is acting in anger, responding to someone whilst in no control of ones self and tongue. Shaytaan provokes anger, he takes advantage of you when you are in that state. The best thing to do is take a deep breath, say 'Auzhubillah and spit to ur left, which by the will of allah gets rid of shaytaan. How many times have we said something that we regret? Ya Allah give us all patience to refrain from anger. Ameen
Sahabat-sahabatku yang dikasihi fillah,ingatkan saya supaya banyak bersabar,banyakkan beristighfar
Sunday, 24 May 2009
jagalah hati.
Sunday, 17 May 2009
sedih dan syukur
Alhamdulillah, segala puji-pujian hanya bagi Allah , Tuhan semesta alam. Syukur saya dalam dipersembahkan kepada Dia yang terindah dalam hidup ini. Yang Maha Kuasa, Yang Mengatur Segalanya, Yang Mengetahui Segalanya…Alhamdulilah juga kerana masih dapat bangun sebagai seorang Islam.Dapat juga Allah swt memberikan kesempatan untuk saya menulis di sini.Kesibukan dan kekangan masa menjadi penghalang untuk saya menjenguk blog ni tanpa menyedari masa itu datangnya daripada Allah swt.Allah yang menciptakan masa itu untuk kita menjaganya sebaik mungkin.MashaAllah.Setiap hari yang dilalui bagaikan satu kerugian bagi saya sekarang ini.Rasa banyak membuang masa walaupun hakikatnya saya cuba mengisi dengan sebaik mungkin.
Hidup ini tak seindah yang kita impikan.Jangan kita katakan hidup yang berpuluhan tahun,kadang hidup dalam satu hari,satu minggu pun kita dah menangis.Makin banyak muhasabah diri makin banyak karat-karat jahiliyah yang perlu di kikis.
Assalamualaikum,
Dialah Allah, Yang Menciptakan sekalian makhluk; Yang Mengadakan (dari tiada kepada ada); Yang Membentuk rupa (makhluk-makhlukNya menurut yang dikehendakiNya); bagiNyalah nama-nama yang sebaik-baiknya dan semulia-mulianya; bertasbih kepadaNya segala yang ada di langit dan di bumi dan Dialah Yang tiada bandingNya, lagi Maha Bijaksana.[Al-Hashr 59:24]
Hanya manusia sahaja yang alpa. Yang lupa. Yang lalai. Padahal semua makhluk Allah di langit dan di bumi bertasbih kepadaNya, memuji-Nya tanpa henti, tanpa jemu, mengAgungkan Kebesaran-Nya. Maha Suci Engkau ya Allah , ampunkanlah setiap kesalahan kami…
HebatNya Allah dalam merancang semuanya. Pernahkah kita terfikir sejenak tentang aturan hidup kita? Di saat ini, di ketika ini, di manapun kita berada, Allah -lah yang telah merancang, Dia-lah Al-Wakeel, Yang Maha Mentadbir…
Segala puji bagi-Mu ya Allah , dengan limpah kasih sayang dan rahmat dariMu, Engkau berikan aku kesempatan untuk mensyukuri nikmat-nikmatMu…
Alhamdulillah, setiap hari-hari saya di sini berjalan dengan lancar, walau apapun cabaran,dugaan yang melanda, sesungguhnya Dia-lah yang Mengatur segalanya… walaupun kekuatan hati ini yang berniat untuk beramal ‘ibadah dan menuntut ilmu itu akan sentiasa diuji dengan berbagai “pilihan lain” tapi Dia-lah juga yang Berkuasa untuk membolak-balikkan hati ini…
Dua usrah yang berlalu dan hanya Allah swt saja yang tahu betapa bergetarnya hati saya selepas itu.Penyucian hati setiap hari kadang-kadang sampai kepada titik putus asa.Tetapi hebatnya Allah swt kerana setiap planningNya mampu menenagkan saya kembali.Hajat di hati hanya ingin mendengar sahaja segala bahan ilmu yang didapat di dalam usrah-usrah tapi Dia lebih Mengetahui isi hati… petang yang dimulakan dengan tilawah dan tadabbur dan sharing session itu berakhir dengan rasa kerendahan dan kehambaan yang AMAT SANGAT bila memikirkan tentang KEBESARAN-NYA… Allahu Akbar!!..
Sungguh kuat seorang muslimah… kuatnya tidak nampak di luaran, begitu hebat ciptaan Allah ini.. kaum hawa yang lemah lembut, yang bermahkotakan malu, yang mengelakkan dirinya terjerebak kepada ‘dunia perhambaan fesyen dan maksiat’, yang akan berpusing kembali apabila melihat ajnabi berjalan menuju ke hala beliau, yang akan menutup mukanya kerana menyembunyikan ‘blushing cheeks’ nya, yang sentiasa memberikan peringatan yang berguna… Allahu Akbar! Indah sungguh ciptaanMu ya Allah !
Sesungguhnya orang-orang (yang menentangmu) itu sentiasa mencintai (kesenangan dan kemewahan dunia) yang cepat habisnya, serta mereka membelakangkan (tidak menghiraukan bekalan) untuk hari akhirat yang amat berat (penderitaannya kepada orang-orang yang tidak bertakwa)[Al-Insan 76:27]
Rasa tertampar yang amat kuat pabila saya bertilawah sendirian dengan surah ini.Rasa diri sangat jahil dengan segala yang ada di dalam Al-Quran.Sepertinya kita semua tidak menghiraukan nasihat-nasihat/kata-kata daripada Allah swt.
Muslimah ini....kekuatannya Engkau sembunyikan dari penglihatan zahir kami… Engkau ujinya dengan begitu hebat sekali dan dia masih boleh tersenyum dalam ketabahan yang amat sukar untuk diluahkan… Engkau berinya kesempatan untuk mengenaliMu agar tidak dia tersasar jauh dari jalan kebenaran menuju-Mu… Engkau Maha Berkuasa ya Allah !
Secara tidak langsung, ini ku anggap teguran buatku dari Dia yang Lebih Mengetahui isi hati… aku tertunduk malu, malu kerana di depan-Nya, diri ini tersangat transparent. Dia Maha Mengetahui SEGALANYA. Setiap perbuatan, setiap atur kata, setiap denyut nadi, setiap thought yang bermain di minda. Diri ini malu dengan Dia…
Lafaz “sesungguhnya SOLATKU, IBADAHKU,HIDUPKU, dan MATIKU hanyalah untuk Allah , Tuhan seluruh alam” begitu menusuk jiwaku yang masih bermujahadah untuk mengikhlaskan hati…
Kuatkanlah ikatan hati-hati kami Ya Allah , beri kami taufiq, hidayah dan petunjuk dariMu untuk sentiasa berada di jalan kebenaran… beri mereka kekuatan untuk redha dan tawakkal kepadaMu… sungguh hati ini mencintai mereka hanya keranaMu, sungguh kami bertemu hanya untuk mencari keredhaanMu…
Ya Muslimah, ada hikmah di sebalik setiap keputusanNya, dan ada pengajaran di setiap terikatnya hati kita yang bertemu keranaNya… sungguh diri ini amat menghargai keindahan peribadi dan akhlakmu… terima kasih ya Allah , Engkau kirimkan padaku mujahidah-mujahidah ini…inilah nikmatMu yang terindah dalam hidupku…
Sesungguhnya berjayalah orang yang setelah menerima peringatan itu berusaha membersihkan dirinya (dengan taat dan amal yang soleh). Dan menyebut-nyebut dengan lidah dan hatinya akan nama Tuhannya serta mengerjakan sembahyang (dengan khusyuk).(Tetapi kebanyakan kamu tidak melakukan yang demikian), bahkan kamu utamakan kehidupan dunia [Al-A'la 87:14-16]
Friday, 8 May 2009
alam dan manusia
Sedang kami berlima di dalam kereta menuju ke Piramid dan Sphinx,seperti biasa,ustaz takkan terlepas untuk memberikan satu soalan yang menguji minda kami.Untuk mengelakkan kami membuang masa ustaz pun bertanya:
Korang baca Quran kan?
baca!
Mesti baca dengan tafsir kan?
yer.
Kalau macam tu sebutkan beberapa perumpamaan dalam ada dalam Al-Quran..
erk..
yer.salah satunya Allah ada menyebut tentang himar(keldai)yang tidak mempersoalkan pun beban yang dia bawa.Apa lagi perumpamaan lain?
err saya tau satu je ustaz.pasal keldai jugak.Tapi tak ingat pulak surah apa.
takpe.
erm ayat tu menyebut..seburuk-buruk suara adalah suara keldai.
haa yer.kenapa dengan suara keldai?pernah dengar suara keldai tak?.......
and the conversation went on and on..hehe
Selepas beberapa hari 'mentelaah' ayat-ayat Allah swt, alhamdulilah jumpa juga saya dengan jawapan yang telah berminggu-minggu saya cari.
Bagaikan binatang ternak->Kal-An'am
Manusia diberi hati, mata dan telinga untuk mengenal tanda-tanda Allah swt tetapi jika tidak digunakannya maka sama sahaja tidak mempunyai potensi tersebut. Binatang tidak mempunyai potensi seperti yang dimiliki oleh manusia, maka wajarlah Allah swt memberikan perumpamaan terhadap manusia seperti binatang ternak.
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat kebesaran (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telingan (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seumpama binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (al-A’raf, 7: 179 )
Lumrah manusia...yang sering menuruti hawa nafsu sehingga menjadikan nafsu sebagai Tuhan sehingga lalai dengan tidak mendengar dan tidak memahami firman Allah.
“Terangkanlah kepadaKu tentang orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya. Atau apakah kamu mengira bahawa kebanyakan mereka itu mendengar dan memahami, mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu.” (Al-Furqan, 25: 43-44)
Bagaikan anjing->Kal-Kalb
Allah berikan hawa nafsu kepada manusia agar kehidupan manusia menjadi dinamik. Dengan nafsu, manusia mempunyai cita-cita, keinginan untuk berkahwin, bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan, makan dan minum dan sebagainya.
Oleh itu,nafsu perlu dikendalikan dan dikawal bukannya dituruti sepenuhnya seperti binatang yang tidak mampu mengendalikan nafsu. Allah memberi perumpamaan seperti anjing apabila manusia terlalu menurut hawa nafsu mereka.
“Dan kalau Kami Mengkehendaki sesungguhnya Kami Tinggikan darjatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya dihulurkan lidah dan jika kamu biarkannya dia menghulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Cerita-cerita demikian bermaksud agar manusia memikirkannya.” (al-A’raf, 7: 176)
Bagaikan kera-> Kal-Qird
Mereka yang tidak beramal soleh dan fasik akan mendapat balasan yang lebih buruk iaitu dikutuk dan dimurkai oleh Allah. Ayat 160 daripada surah al-Maidah menyebut tentang perumpamaan terhadap orang fasik (yang disebut pada ayat sebelumnya dalam surah tersebut) sebagai kera dan babi.
“Katakanlah (Muhammad), “Apakah akan Aku Beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) disisi Allah? Iaitu orang yang Dilaknat dan Dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thagut.” Mereka lebih buruk dari tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” (al-Maidah, 5: 60 )
Bagaikan babi-> Kal-Khinzir
Dalam ayat 160 surah al-Maidah seperti di atas juga menyebut perumpamaan seperti babi terhadap orang-orang fasik. Babi adalah makhluk yang diharamkan oleh Allah untuk memakannya sebagai ujian kepada manusia, dan ia memiliki berbagai karakter yang tidak baik. Manusia bagaikan babi adalah manusia yang memiliki pelbagai karakter yang tidak baik.
Maksud hadith;
Dari Ibnu Mas’ud RA beliau berkata, “RasulAllah SAW ditanyai mengenai kera dan babi, apakah ia merupakan binatang yang dialihrupakan oleh Allah?” beliau menjawab, “Allah tidak membinasakan suatu kaum”, atau beliau mengatakan, “Allah tidak mengalihrupakan suatu kaum lalu menjadikan mereka berketurunan dan beranak cucu dan bahawasanya kera dan babi ada sebelum itu” (HR Ats-Tsauri)
Bagaikan batu -> Kal-Hijarah
Mereka yang keras hatinya sehingga ingkar dan tidak mahu menerima perintah Allah diumpamakan seperti batu bahkan lebih keras lagi. Perkara ini termaktub dalam al-Quran yang menyifatkan sikap bani Israil yang degil dan ingkar arahan Allah melalui rasulNya, Nabi Musa.
“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh kerana takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah daripada apa yang kamu kerjakan.” (al-Baqarah, 2: 74)
Bagaikan labah-labah -> Kal-'Ankabut
Manusia sering angkuh dan sombong dengan kebolehan dan potensi yang Allah kurniakan. Mereka berbangga dengan pencapaian dan kuasa yang mereka perolehi di dunia hingga menganggap tidak ada perkara yang boleh membinasakan mereka.
Sebagai contoh,Firaun yang begitu angkuh dan mendakwa dia adalah Tuhan yang boleh menentukan hidup dan mati. Namun ternyata dia tidak dapat melindungi diri apabila ditelan oleh laut ketika mengejar Nabi Musa.
Jadi,hanya Allah merupakan pelindung yang paling berkuasa dan tidak mampu ditandingi (Al-Ikhlas 112:2) Jika manusia mencari pelindung selain Allah, ternyata ia amat sia-sia kerana makhluk tidak mempunyai kekuatan dan amat lemah.
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti labah-labah yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah labah-labah kalau mereka mengetahui.” (Al-‘Ankabut, 29: 41)
Bagaikan keldai-> Kal-Himar
Orang yang mendustakan ayat-ayat Allah diibaratkan seperti keldai. Mereka telah diberikan panduan tetapi tidak mengambilnya. Suatu kerugian yang besar bagi manusia yang telah mengenal Allah tetapi kemudian mendustakannya.
“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tidak memikulnya adalah seperti keldai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruk perumpamaan kaum yang mendustkan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (al-Jumu’ah, 62: 5)
Bagaikan kayu->Kal-Khasyab
Manusia sering bersikap tidak jujur dan hipokrit. Mereka hanya mengejar dunia dengan kemewahan, keseronokan dan kecantikan yang bersifat sementara. Nilai ini dianggap penting dan dipandang tinggi oleh manusia tetapi ianya bukan suatu yang bermakna di sisi Allah SWT sehingga Allah umpamakan seperti kayu.
“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahawa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh yang sebenarnya maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan dari kebenaran?” (al-Munafiqun, 63: 4)
Alhamdulilah dapat juga saya kongsikan dengan semua di sini.Mohon ditegur kalau ada apa2 yang tersalah.Sesunguhnya,bagi manusia yang lalai dan tidak bertanggungjawab terhadap potensinya serta tidak menyedari atau memahami potensi yang diterimanya, dia akan mendapat kerugian yang besar. Di antara akibat kelalaiannya adalah diumpamakan Allah dengan binatang dan tanaman hingga ia serupa dengan binatang atau makhluk lainnya yang lebih rendah.
Apabila potensi ini digunakan dengan baik melalui ibadah dan amal soleh, maka ia akan berbahagia. Sebaliknya jika potensi tersebut tidak digunakan, maka mereka akan mendapat penghinaan dan status yang tidak bernilai di hadapan Allah SWT. Mereka diumpamakan dengan monyet, anjing, babi, kayu, batu, labah-labah dan keldai.Na'uzubillah.Peringatan untuk saya jugak.
Apabila sampai di UK, saya berpeluang berkongsi dengan seorang kawan tentang pengalaman berharga di Mesir ni.Terus kawan saya tu gelakkan saya..
Mira, tu surah Lukman ayat 19 la..:D
“Ya Tuhanku, hatiku ini telah tertutupi hijab, jiwaku ini telah dipenuhi aib, akalku ini telah dikalahkan, hawa nafsuku ini telah mengalahkan, ketaatanku sangat sedikit, maksiatku sangat banyak, lidahku mengakui dosa-dosanya, maka apakah kesudahannya, wahai Yang Maha Penutup segala aib, wahai Yang Maha Tahu segala yang ghaib, ampunilah segala dosa-dosaku.
Ya Allah Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari segala amal perbuatan yang mengecewakanku, aku berlindung kepada-Mu dari teman yang menggangguku, aku berlindung kepada-Mu dari angan-angan yang melalaikanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemelaratan yang melupakan diriku, dan aku berlindung kepada-Mu dari kekayaan yang menyebabkanku melampaui batas.”
